Tunggakan pajak kendaraan di purbalingga 11 milyar

Tunggakan pajak Kendaraan Capai Rp 11 miliar 

Dikutip dari Merdeka. com – Tunggakan pajak kendaraan menjadi persoalan di Kabupaten Purbalingga karena jumlahnya mencapai Rp 11 miliar. Mayoritas penunggak disebut pemilik kendaraan bermotor roda dua.
Tunggakan tersebut berarti pula tertundanya penerimaan pendapatan daerah. Bagi hasil pajak kendaraan yang dikelola oleh Unit Penerimaan Pendapatan Daerah (UPPD)/Samsat Provinsi Jawa Tengah di Purbalingga kurang optimal.
Bupati Purbalingga mengatakan, tahun 2017 kemarin ada potensi pendapatan yang tertunda karena tunggakan pajak kendaraan mencapai Rp 11 miliar.  

Pasalnya, salah satu unsur pendapatan daerah kabupaten Purbalingga berasal dari bagi hasil pajak kendaraan yang dikelola oleh Unit Penerimaan Pendapatan Daerah (UPPD)/Samsat Provinsi Jawa Tengah di Purbalingga.
Dikatakan Kepala UPPD, Dwi Raharjo, pada tahun 2016 pihaknya berhasil menyetorkan bagi hasil pajak daerah melebihi target. Alokasinya waktu itu, Rp 95,9 miliar tapi hingga 15 Desember sudah terealisasi Rp 98,3 miliar.
Dwi Raharjo tak menampik, tahun 2017 lalu masih ada tunggakan penerimaan pajak hingga Rp 11 miliar. Dari jumlah itu yang terbanyak dan terbesar adalah tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua.
Mengatasi persoalan tunggakan tersebut, pada tahun 2018 ini, pihaknya berencana rutin menggiatkan razia setiap bulan,  rutin menggiatkan razia setiap bulan. Kerjasama akan dijalin dengan Satlantas Polres Purbalingga dan Satpol PP baik Provinsi maupun kabupaten.

Bukan hanya di Purbalingga, dibeberapa daerah pun megalami hal yang sama. Semisal tunggakan Pajak Kendaraan di Jakarta Timur sebagai baromater ekonomi sendiri Capai Rp 76 Miliar. 


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*